Skip to content

Keberadaan Atlantis

June 23, 2011

Keberadaan Atlantis

 Banyak yang percaya bahwa dahulu kala ada kerajaan maritim yang luas yang terletak di salah satu samudera terluas di dunia. Pengaruhnya demikian besar, sehingga sisa kebudayaan dan warisannya bisa ditemukan diseluruh dunia hingga saat ini.

Tafsiran arkeologis menyebutkan bahwa kerajaan maritim yang disebut Atlantis itu terletak di laut Mediterania Barat, ada pula yang berbeda pendapat dengan menyebut pusatnya di Costa Rika dan Antartika. Namun bagi orang yang skpetic, atlantis hanya ada di pikiran penulis dan pemikir kreatif, menurut mereka kerajaan itu hanyalah imajinasi belaka.

Apakah Atlantis hanyalah sebuah Mitos? ataukah seperti kota kuno Troy yang saat ini telah ditemukan setelah berabad-abad hanya dianggap sebagai Kerajaan khayalan dari Filsuf Hommer?

Dimana letak sebenarnya dari wilayah kerajaan tersebut.

Atlantis merupakan kota hilang yang paling terkenal dan paling dicari sepanjang sejarah. Kepopulerannya bahkan melebihi kota-kota hilang yang lainnya seperti Sodom dan Gomora yang juga sampai saat ini masih dicari sisa-sisa reruntuhannya.
Tak dipungkiri lagi, selama 3 millenium manusia terpesona terhadap cerita Atlantis. Pada abad 4 SM, Filsuf Yunani Plato yang dianggap pemikir paling hebat pada masanya, menulis sejarah benua hilang yang legendaris ini. Namun sayang, asal-usul pasti legenda Atlantis boleh dikatakan tidak jelas. Menurut suatu kisah, cerita mengenai Atlantis diceritakan ke Plato oleh Sokrates dan seorang penyair bernama Solon yang mendengar tentang budaya hilang itu dari seorang pendeta Mesir.

Di dalam Timeus dan Critias, Plato menuliskan kedua dialog yang ia curahkan tentang Atlantis dengan gambaran yang detil dan komprehensif. Kata-katanya yang fasih berfungsi sebagai peta yang digunakan sebagai petunjuk oleh para penjelajah tangguh yang bertekad mencari sisa-sisa kerajaan ini. Berikut cuplikan terjemahan catatan Plato mengenai Atlantis dalam Timeus dan Critias:

“Pulau Atlantis ada di laut. Berhadapan dengan pilar Herkules. Dan wilayahnya lebih besar dari Libya dan Asia yang disatukan. Di tengah bagian terpanjangnya, disebelah laut ada daratan persegi panjang luas. Dikelilingi oleh pegunungan, dan lebih tinggi dari permukaan laut. Mengandung gunung berapi, dan sering terkena gempa dan banjir. Gunungnya menganung emas, perak, tembaga, dan timah. Dan gabungan alami dari emas dan tembaga yang disebut orichalcum.

Daratan itu memiliki sistem kanal yang besar dan kecil, juga mata air dingin dan panas alami. Tanahnya subur dan hasil panennya melimpah. Di dataran itu ada ibukota yang dikelilingi oleh bidang konsentris. Kota itu diliputi tembok batu merah, putih, dan hitam.”

Dari cuplikan catatan Plato mengenai Atlantis diatas, digambarkan bahwa kerajaan besar itu sebagai sebuah pulau yang besar, terletak diluar Selat Gibraltar yang disebut orang Yunani sebagai Pilar Herkules. Sebuah pulau yang lebih besar dari Libya dan Asia bila disatukan. Pada abad 4 SM masih belum diketahui bagaimana tatanan dunia. Karenanya sulit bagi kita untuk mengerti dengan pasti apa yang dimaksudkan Plato dengan Asia dan Libya bila disatukan. Sekarang, bisa dikatakan Libya yang dimaksud mungkin sama dengan bagian Afrika Utara. Sedangkan Asia mungkin bisa diwakilkan dengan wilayah Turki dan Timur Tengah. Dari Sudut pandang Plato di Yunani, Atlantis terletak di laut Atlantik, akibatnya mayoritas pencarian benua hilang tersebut di fokuskan di dasar laut.

Jim Allen, ahli peta dan bekas penerjemah intelejen udara AU Inggris memiliki sebuah perspektif baru dalam memeriksa ulang tulisan Plato. Ia menemukan yang ia yakini sebagai inti geografis legenda Plato. Menurutnya, tak ada benua hilang yang terletak diantara sisi seberang laut Gibraltar, maka ia berpendapat mungkin wilayah Atlantis berada di Amerika Selatan. Dengan menggabungkan citra satelit dengan pengetahuan praktis ilmu ukur kuno, Allen yakin ia berhasil membenarkan hampir semua gambaran Atlantis Plato. Ia yakin peradaban hilang tersebut kini telah muncul kedaratan, sangat berbeda dengan yang diyakini banyak orang bahwa reruntuhannya masih terkubur didasar laut.

Altiplano, begitulah yang ditunjuk Allen sebagai wilayah yang ia yakini sebagai Atlantis. Ada sesuatu yang sangat menarik dari wilayah Altiplano yang berhasil diamati oleh Allen dengan foto Satelit yang ia dapatkan, yaitu apa yang tampak sebagai sisa-sisa kanal luas. Kanal luas gambaran Allen membagi dua daratan Altiplano dalam gambar satelit. Pada titik terlebarnya, hampir 600 kaki dari 1 sisi ke sisi lainnya, hampir persis dengan gambaran Plato.
Plato mengatakan Atlantis sebagai sebuah benua, dalam arti benua disamping lautan (lihat image disamping yang ditandai anak panah). Ada dataran persegi panjang, letaknya diatas permukaan laut. Altiplano merupakan sebuah wilayah luas di Amerika Selatan dan langsung berbatasan dengan Laut Pasifik. Wilayah ini memiliki lebar lebih dari 102 mil dan panjangnya hampir 300 mil, ini menjadikan Altiplano sebagai dataran persegi panjang terbesar di dunia. Sangat cocok dengan penggambaran Atlantis Plato.

Kembali ke Timeus dan Critias, Plato mencatat ukuran dataran Atlantis dalam stade. Stade merupakan satuan pengukuran yang sering digunakan oleh ahli matematika Yunani. 1 stade sama dengan 600 kaki. Namun di Amerika Selatan, satu stade hanya 300 kaki, setengah dari satu stade dalam pengukuran Yunani Kuno.
Setelah ukuran dataran Plato dikonversi didapatkan ukuran 113 x 171 mil. Satu-satunya daerah di Benua Amerika yang dapat memuat dataran sebesar ini adalah Altiplano. Ya, Altiplano memiliki hampir semua kriteria yang digambarkan Plato mengenai Atlantis. Suatu wilayah yang dikelilingi oleh pegunungan yang mengandung emas, perak, tembaga, dan timah. Seluruh daerahnya terletak di patahan yang sering mengakibatkan gempa bumi. Altiplano memiliki gambaran yang sempurna mengenai legenda Atlantis.

 

Tetapi beberapa ahli tidak setuju dengan Jim Allen dalam keyakinan bahwa Atlantis berada di Amerika Selatan. Mark Aldenderfer, Profesor Antropology dari UC Santa Barbara mengatakan bahwa Altiplano adalah lingkungan yang keras selama 10-15 juta tahun terakhir. Tidak ada hubungan apapun tentang populasi pertanian yang maju seperti yang digambarkan Plato untuk keberadaan Atlantis di wilayah Altiplano.
Daerah Altiplano Bolivia sampai saat ini adalah daerah yang kaya akan mineral. Logam campuran yang disebut sebagai orichalcum yang digambarkan sendiri oleh Plato di bukunya juga dapat ditemukan disini. Dalam dialognya tentang Atlantis, Plato menulis bahwa nilai Orichalcum hanya setingkat dibawah emas. Orichalcum sangat membangkitkan minat karena hanya ditemukan di Altiplano, Andes.

Lalu nama Atlantis itu sendiri yang semakin memperdalam misteri. Plato memberi nama pulau mitologinya sebagai Atlantis mungkin karena dihubungkan dengan raksasa Atlas yang menopang langit. Tapi ada juga teori lain yang menguatkan pendapat Allen. Kata “Atl” berasal dari bahasa Aztec yang berarti air, sedangkan “Antis” memiliki arti tembaga dalam bahasa Inca. Semua kata yang menyusunnya terdiri dari 2 kata dari bahasa dua peradaban kuno terbesar di Amerika Latin selain peradaban Maya kuno, yaitu peradaban Aztec dan Inca. Saat ini, Allen memfokuskan hanya untuk menemukan ibukota Atlantis. Pencariannya membawanya ke Pampa Aullagas, gunung berapi yang tidak aktif yang dikelilingi lautan pasir dan bebatuan. Allen yakin bahwa di sini ibukota Atlantis berada sebelum tenggelam kedalam lautan luas. Lautan yang kini telah surut dan menjadi anak sungai sempit dan kumpulan air yang lebih kecil. Kini, daerah ini hanya meninggalkan sisa-sisa dasar laut yang kering dan gersang.

Sistem Posisi Global Genggam (GPS) yang dibawa Allen, bekerjasama dengan 12 satelit orbit. Melalui proses triangulasi, sistem itu memberikan info dalam bujur dan lintang di lokasi manapun di seluruh dunia. Ini memungkinkan Allen untuk menentukan posisi pasti pusat ibukota Atlantis di Altiplano. Menurut Plato, kota itu dikelilingi oleh dinding yang mengitari sehingga berbentuk lingkaran penuh dengan jarak 50 stade dari cincin kota. Dan Allen menemukan reruntuhan dinding di tempat itu. Reruntuhan dinding dengan lebar sekitar 1200 kaki yang sangat cukup untuk menopang semua bangunan seperti yang digambarkan Plato. Cincin konsentris juga memungkinkan penduduk untuk mereklamasi daratan dari dasar danau dan menciptakan bentuk suatu pulau. Allen mengecek ulang info GPS dengan Peta Navigasi Taktis Altiplano. Dengan merubah stade menjadi meter, ia menentukan posisi secara manual. Angkanya cocok dan bagi Allen, tampaknya dinding itu ada di tempat seharusnya. Walau ia telah temukan daerah yang sangat mirip dengan kerajaan Plato, beberapa pakar menganggap kesimpulannya terlalu dini. Tanpa menghiraukan lawannya, Allen merasa daerah Altiplano penuh bukti yang ditulis Plato tentang dataran tinggi ini.

ppppppppppp

Teori Tentang Hilangnya Benua Atlantis

Sejak Plato menulis tentang benua Atlantis sekitar lebih dari dua ribu tahun yang lalu, para Ahli sejak dulu sudah memperdebatkan keberadaan Atlantis. Sementara beberapa orang Ahli yang percaya keberadaan Atlantis menindaklanjuti tulisan Plato dengan serius, mereka melakukan riset dan penelitian yang panjang. Meski hingga kini belum ada hasil yang signifikan dan pencarian tetap berlanjut.

Apakah Atlantis ada? Jika ada, dimana letaknya? Bagaimana bisa hilang tanpa bekas? Hingga saat ini tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu dengan teori yang pasti. Beberapa teori tentang Atlantis ini mendapat dukungan dari para ahli. Dan teori lainnya hanya bersifat meraba-raba.

Berikut adalah 10 (sepuluh) teori tentang benua Atlantis yang hilang:

1. Atlantis adalah fiktif

Teori ini dianut oleh kebanyakan ilmuwan dan sejarawan selama ini. Mereka mengatakan bahwa tulisan Plato tentang sebuah kota yang sangat kaya (seperti yang diceritakan dalam Critias dan Timaeus) hanyalah sebuah cerita fiktif. Cerita ini hanya untuk menghibur pembacanya seperti novel fiksi modern. Dan memberi pelajaran bahwa keangkuhan dan kesombongan akan membawa malapetaka. Kisah Atlantis tidak dimaksudkan untuk ditafsirkan sebagai kisah nyata.

2. Atlantis adalah fiksi, tetapi kisah banjir dahsyat yang mengiringinya nyata

Plato banyak membuat referensi tentang sebuah banjir besar yang terjadi ribuan tahun silam, yang menghancurkan hampir seluruh dunia. Hingga hanya menyisakan sedikit manusia untuk memulai peradaban baru. Sedangkan Kisah Atlantis sendiri merupakan hasil dari imajinasi Plato. Mungkin dia telah terinspirasi oleh peristiwa sejarah yang nyata. Yaitu banjir besar yang terjadi beberapa ribu tahun sebelum ia lahir. Sebagaimana diketahui bersama tentang teori akhir Jaman Es. Akibat pemanasan global, permukaan laut naik ratusan meter dan menenggelamkan sebagian bumi. Yang menurut ahli lain, hilangnya sebagian daratan karena serangan meteor di laut.

3. Atlantis adalah sebuah benua yang ada di samudra Atlantik dan hancur oleh bencana alam

Hal ini awalnya dituliskan oleh penulis abad kesembilan belas, Atlantisphile Ignatius Donnelly tahun 1882 dalam bukunya, Atlantis the Antediluvian World. Dia menuliskan Atlantis berada ditengah Samudra Atlantik. Sedang kedalaman samudra Atlantik tidak lebih dari beberapa ratus meter dan rawan pergeseran vertikal. Karena begitu sedikit yang diketahui tentang laut pada zamannya, teorinya dianggap masuk akal. Sementara oseanografi modern memastikan bahwa Atlantik berkedalaman sampai lima mil. Jauh dari kerawanan pergeseran vertikal. Namun beberapa ahli masih memegang teori ini, terutama karena Plato menyebutkan bahwa letak benua Atlantis ada di luar “Pilar Hercules” (istilah kuno untuk Selat modern Gibraltar), ini menyiratkan bahwa itu terletak di suatu tempat di tengah samudra Atlantik.

4. Atlantis berhubungan dengan Minoans kuno dan ledakan pulau vulkanik Thera (Santorini)

Sebuah teori yang semakin populer tentang kebenaran Atlantis dan mulai diterima dalam komunitas ilmiah, menyebutkan bahwa kisah Plato merujuk pada penduduk asli pulau Kreta Yunani modern yang dikenal sebagai Minoans. Kota ini sebagian hancur dan lenyap ketika pulau vulkanik Thera (sekarang namanya Santorini) meletus pada tahun 1600 SM. Letusan ini menimbulkan tsunami yang cukup besar hingga melenyapkan sejumlah kota-kota di pesisir Minoan.

5. Atlantis adalah menceritakan kembali mitos dari banjir Laut Hitam

Teori lain yang baru-baru ini dipostulasikan dan sekali lagi memiliki beberapa dukungan di antara ilmuwan adalah bahwa Atlantis dan kata “Banjir besar” oleh Plato merujuk pada daerah Bosporus yang diterjang naiknya Laut Mediterania dan banjir di Laut Hitam sekitar 5.600 SM. Ditunjukkan juga bahwa sejumlah peradaban telah berkembang di tepi Laut Hitam ini. Saat bencana terjadi, beberapa orang yang selamat pindah menuju daerah lain dengan membawa cerita masing-masing yang dibumbui dengan mitos. Mungkin kisah ini yang mengilhami Plato.

6. Atlantis merujuk pada Antartika

Pernyatan kontroversial oleh Hapgood Charles bahwa kerak bumi mengalami pergeseran besar pada sekitar dua belas ribu tahun yang lalu (dia berteori sebenarnya kerak bumi mengapung di atas magma batuan cair). Menurut Hapgood, karena pergeseran ini, benua Antartika bergeser jauh lebih ke utara daripada dulu. Dulu Antartika beriklim sedang dan dihuni oleh sebuah peradaban maju. Hingga pergeseran yang tiba-tiba itu menghancurkan Atlantis. Meskipun teori Atlantis adalah Antartika bisa didukung, namun teori bahwa kerak bumi dapat menggeser secara dramatis dan tiba-tiba tidak memiliki dukungan dalam komunitas ilmiah.

7. Atlantis adalah referensi ke sebuah benua kuno yang disebut Lemuria

Menariknya, Yunani bukan satu-satunya tempat yang menceritakan peradaban tinggi kuno. India dan benua Asia memiliki cerita mereka sendiri, yang mereka sebut peradaban Lemuria. Yaitu sebuah pulau yang diduga berada di Samudra Hindia. Gagasan bahwa Lemuria memang ada, pertama kali dirumuskan abad ke-19 oleh Philip Sclater. Dinyatakan bahwa Madagaskar dan India mungkin pernah menjadi satu bagian dalam benua yang lebih besar, yang diberi nama Lemuria. Namun pemahaman modern tentang lempeng tektonik, menyangkal teori ini karena tidak ditemukan formasi geologis di bawah Samudra Hindia yang sesuai dengan hipotesis Sclater tentang Lemuria.

8. Atlantis sebenarnya tanah mitologi Mu

Mu adalah nama sebuah benua hipotetis yang diduga ada, bisa di Samudra Atlantik atau Samudera Pasifik. Dalam teori ini benua Atlantis dianggap telah hilang karena bencana alam pada awal sejarah manusia. Korban yang selamat beremigrasi ke benua lain dan menjadi awal sejumlah peradaban dunia. Saat ini, para ilmuwan umumnya menolak konsep Mu dan benua hilang lain seperti Atlantis atau Lemuria (lihat di atas) karena secara fisik tidak mungkin. Benua tidak dapat tenggelam atau hancur oleh bencana apalagi dalam waktu singkat. Selain itu, bukti fisik arkeologi, linguistik, dan genetik juga sangat bertentangan.

9. Atlantis berada di Indonesia

Jika kita melihat geografi planet ini pada saat zaman es terakhir, akan kita lihat permukaan laut 200M lebih rendah dari sekarang. Dengan demikian, Anda dapat melihat bahwa kepulauan yang kita kenal sekarang sebagai Indonesia dulu merupakan benua. Yang membentang dari Australia ke anak benua India. Teori ini dikemukakan oleh Aryso Santos, seorang ilmuwan asal Brazil yang ditulis dalam bukunya “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization”. Dia menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko. Peradaban Atlantis hancur karena letusan beberapa gunung berapi yang bersamaan hingga menyebabkan tsunami dahsyat.

10. Atlantis adalah Bahama, Bermuda, Azores, Kepulauan Canary, dll

Gagasan bahwa Plato menunjuk ke suatu tempat di samudra Atlantik kali ini merujuk pada kawasan segitiga Bermuda. Sayangnya, tak satu pun pulau-pulau ini sesuai dengan pernyataan Plato baik dalam keadaan wilayah atau ukuran, dan tidak ada di antara pulau ini yang memberi petunjuk bahwa peradaban maju pernah ada di masa lalu. Meski tidak didukung bukti ilmiah tapi daerah ini tetap populer sebagai legenda Segitiga Bermuda dengan bermacam-macam misterinya. Yang juga dianggap bagian misteri benua Atlantis.

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: