Skip to content

Titan

 Titan (bahasa Yunani: Τιτάν) dalam mitologi Yunani adalah para penguasa bumi sebelum para dewa Olimpus. Pemimpin mereka bernama Kronos yang nantinya akan digulingkan oleh Zeus. Ke-12 Titan adalah anak dari Uranus dewa langit dan Gaia dewi bumi.

TitanomakhiaTitan mengalami perang besar dengan para dewa Olimpus yang disebut Titanomakhia. mayoritas Titan akan terlibat dengan perang ini. Dalam perang ini Titan mengalami kekalahan dan yang pada waktu perang ikut bertempur bersama Kronos dibuang ke Tartaros.

Titan generasi pertama terdiri dari enam pria (Okeanos, Hiperion, Koios, Kronos, Krios dan Iapetos) dan enam wanita (Mnemosine, Tethis, Theia, Foibe, Rhea dan Themis. Sementara Titan generasi kedua terdiri dari anak-anak Titan generasi pertama, yakni anak-anak Hiperion (Eos, Helios, dan Selene); anak-anak Koios (Leto dan Asteria); anak-anak Iapetos (Atlas, Prometheus, Epimetheus, dan Menoitios); dan anak-anak Krios (Astraios, Pallas, dan Perses).

Dalam suatu mitos yang diceritakan oleh Kallimakhos dan Nonnos, Zeus berniat menjadikan Zagreus (Dionisos) sebagai penggantinya. Namun Hera marah karena Zagreus lahir dari perselingkuhan Zeus. Hera mengirim para Titan untuk membunuhnya. Para Titan mengecat wajah mereka dengan gipsum untuk membuat Zagreus tertarik pada mereka. Kemudian para Titan mengoyak-ngoyak dan memakan tubuh Zagreus. Zeus marah dan membunuh para Titan. Sementara jantung Zagreus diselamatkan oleh Athena untuk kemudian dibuat kembali menjadi Zagreus.

Titanomakhia

Pada masa Yunani klasik, terdapat beberapa syair tentang perang antara para dewa dan para Titan. Perang tersebut dikenal sebagai Titanomakhia (“Perang Titan”). Namun hanya satu sumber yang masih tersisa pada masa kini, yaitu Theogonia buatan Hesiodos. Sementara sebuah epik berjudul Titanomakhia buatan penyair buta dari Thrakia, Thamiris, kini hilang.

Titanomakhia menceritakan tentang peperangan yang terjadi di langit. Peperangan tersebut disebabkan oleh para dewa yang berusaha memberontak dan merebut kekuasaan pada Titan. Mitos seperti ini juga banyak muncul di daerah-daerah lainnya di Eropa atau Timur Jauh, yaitu ketika sebuah generasi dewa memusuhi kelompok dewa yang lebih dominan. Terkadang penguasa lama akhirnya tergantikan, dan terkadang yang kalah dibuang atau dimasukkan ke dalam kelompok penguasa. Beberapa contoh lainnya adalah peperangan antara Æsir dengan Vanir serta Jotun dalam mitologi Nordik, epik Enuma Elish dari Babilonia, cerita “Pemerintahan Surga dari bangsa Hittite, konflik generasi dalam fragmen Ugarit, dan pemberontakan Lucifer dalam mitologi Kristen.

Dalam budaya populer

  • Dalam film animasi Hercules dari Disney, ada empat Titan, yang melambangkan empat elemen.
  • Dalam film tahun 1981 Clash of the Titans, Kraken (yang sebenarnya berasal dari mitologi Eropa Utara) disebut sebagai Titan terakhir..
  • Dalam permainan video, God of War, ditampilkan para Titan yang berusaha merebut kembali kekuasaan dari dewa Olimpus dengan bantuan Kratos.
  • Para Titan muncul dalam satu episode dari serial Charmed yang berjudul “Oh My Goddess”.
  • Dalam salah satu episode dari serial Xena: Warrior Princess yang berjudul “The Titans,” banyak Titan yang diubah menjadi batu oleh dewa Olimpus
  • Dalam episode “Let There Be Light” dari serial Hercules: The Legendary Journeys, dikatakan bahwa para Titan berhasil mengalahkan Dahak.
  • Titan muncul sebagai summon reguler dalam seri permainan video Final Fantasy.
 

12 Titan
  • Okeanos
  • Hiperion
  • Koios
  • Kronos
  • Krios
  • Mnemosine
  • Tethis
  • Theia
  • Foibe
  • Rea
  • Iapetos
  • Themis
 
 

Rhea (isteri Kronos), salah satu Titan perempuan.

Okeanos (bahasa Yunani: Ὠκεανός, “samudra”)[1] adalah Titan lautan dan samudra dalam mitologi Yunani. Okeanos adalah putra dari Gaia dan Uranus. Oleh orang Yunani dan Romawi kuno, Okeanos dipercaya sebagai Samudra dunia, yaitu suatu lautan raksasa yang menegelilingi dan melingkupi dunia.

Istri sekaligus saudari Okeanos adalah Tethis. Dari hubungan mereka, terlahir tiga ribu orang putri yang disebut para Okeanid. Salah satu Okeanid yang terkenal adalah Klimene atau Asia. Anak-anak Okeanos yang lainnya adalah semua sungai, air mancur, dan danau yang ada di dunia.[2]

Beberapa sejarawan percaya bahwa Okeanos pada awalnya melambangkan semua lautan, termasuk Laut Mediterania dan Samudra Atlantik, yaitu dua lautan terbesar yang dikenal oleh orang Yunani kuno. Namun seiring ilmu geografi yang semakin akurat, Okeanos diketahui melambangkan suatu daerah lautan yang asing dan tak dikena di Samudra Atlantik. Sementara Laut Mediterania dipercaya dikuasai oleh Poseidon.

Meskipun Okeanos adalah seorang Titan, namun dalam Titanomakhia dia tidak ikut membantu Titan dan lebih memilih untuk netral serta tidak memihak. Ketika Kronos hendak menggulingkan kekuasaan ayahnya Uranus, Okeanos juga tidak mau terlibat

Dalam Iliad, perisai Akhilles diceritakan berukirkan lautan Okeanos. Ketika Odiseus dan Nestor sedang berjalan di tepi pantai, mereka berdoa pada Okeanos dan menyebutnya sebagai “Dewa laut agung yang mengelilingi dunia

Okeanos merupakan leluhur semua aliran sungai dan para dewa sungai, namun Okeanos sendiri hanya muncul sedikit dalam mitologi Yunani. Salah satunya ketika disebutkan bahwa Okeanos dikalahkan oleh Herakles.[4] Herakles meminjam mangkuk matahari Helios untuk menyeberangi samudra Okeanos supaya bisa sampai ke tempat para Hesperides. Namun Okeanos mengguncangkan mangkuk itu. Herakles mengancam Okeanos dan kemudian mengalahkannya. Mitos ini banyak dilukiskan dalam tembikar oleh orang-orang Attika.

Dalam mosaik kuno, Okeanos seringkali digambarkan sebagai makhluk dengan tubuh bagian atas berupa pria berotot yang memiliki janggut serta tanduk dan bagian bawah tubuhnya berupa ekor ikan. Dalam suatu prasasti tentang pernikahan Peleus dan dewi laut Thetis, Okeanos digambarkan hadir sebagai dewa bereekor ikan yang membawa ikan di satu tangan serta ular laut di tangan yang lain, melambangkan hadiah kekayaan dan ramalan. Dalam mosaik Romawi, misalnya di Bardo, dia digambarkan memegang dayung dan berada di atas kapal.

Hiperion (bahasa Yunani: Ὑπερίων, “Yang Tinggi”) adalah Titan cahaya dalam mitologi Yunani.[1][2] Hiperion adalah anak dari Uranus dan Gaia. Hiperion menikah dengan Theia dan memiliki anak Helios (matahari), Eos (Fajar), dan Selene (Bulan). Hiperion dikaitkan dengan matahari.

Ketika Kronos mengebiri Uranus, Hiperon, bersama Koios, Krios, dan Iapetos, ikut memegangi Uranus. Dalam perang Titanomakhia, Hiperion memihak para Titan, sehingga ketika para Titan kalah, dia ikut dikurung oleh Zeus di Tartaros.

Hiperion merupakan perwujudan salah satu pilar dunia, yaitu pilar timur. Ini tentu karena matahari terbit di timur, dan dia juga dijuluki “Raja Timur”. Tiga pilar lainnya adalah Koios, Krios, dan Iapetos.

Dalam tulisan-tulisan mitologi awal, dia disebut sebagai Helios Hiperion (Ἥλιος Υπερίων), “Matahari yang Tinggi”. Tapi dalam Odyssey, Theogonía karya Hesiod, dan Himne untuk Demeter karya Homer, matahari disebut sebagai Hiperionides (περίδής) “anak Hiperion”. Dalam tulisan-tulisan lainnya, Hesiod secara pasti membayangkan Hiperion sebagai makhluk yang berbeda. Dalam literatur Yunani kuno akhir, Hiperion selalu dbedakan dari Helios dimana Hiperion dianggap sebagai “Dewa Pengawasan dan Kebijaksanaan”, sementara Helios menjadi perwujudan fisik matahari. Hiperion tidak banyak berperan dalam budaya Yunani maupun dalam mitologi.

Menurut Diodorus Siculus, Hiperion adalah yang pertama memahami pergerakan dan siklus matahari, bulan, bintang serta pergantian musim

Koios (bahasa Yunani: Κοῖος) dalam mitologi Yunani adalah salah satu Titan anak dari Uranus dan Gaia.[1][2][3] Koios merupakan Titan kecerdasan dan pikiran yang ingin tahu. Namanya bermakna “pertanyaan” atau “bertanya”. Koios tercatat sebagai suami dari Foibe dan ayah dari Leto[4][5] dan Asteria.[6][7] Seperti kebanyakan Titan yang lain, tidak banyak cerita terkait dengan Koios. Namun keturunan Koios merupakan dewa-dewa penting.[8] Apollo dan Artemis adalah anak-anak Leto, dengan demikian mereka adalah cucu Koios.

Dia bersama tiga Titan lainnya ikut memegangi Uranus ketika Kronos mengebiri alat kelamin Uranus. Koios melambangkan satu dari empat pilar dunia. Nama lain dari Koios, yakni Polos (“dari kurub utara”), mengindikasikan bawa dia melambangkan pilar utara. Sementara tiga pilar lainnya adalah Hiperion, Krios, dan Iapetos.

Koios berperan sebagai dewa poros surga, yang menjadi pusat perputaran langit dan bintang. Dia juga kemungkinan adalah dewa orakel surga, seperti juga istrinya Foibe, yang merupakan dewi orakel bumi, dan cucu mereka, Apollo, juga menjadi dewa yang menguasai orakel.

Dalam Titanomakhia dia memihak para Titan sehingga akhinya Koios dikurung oleh Zeus di Tartaros.

Padanannya dalam mitologi Romawi adalah Polus,[9] yang juga jarang diceritakan dalam mitologi Romawi.

Kronos

 

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

 

 
Kronos
Cronos armé de la faucille (harpè) contre son père et divers médaillons pierre gravée crop.jpg
Pemimpin para Titan
Simbol Sabit
Pasangan Rea
Orang tua Uranus dan Gaia
Saudara Rea, Okeanos, Hiperion, Theia, Koios, Foibe, Iapetos, Krios, Mnemosine, Tethis, Themis
Anak Zeus, Hera, Poseidon, Hades, Hestia, Demeter, Khiron
Padanan dalam mitologi Romawi Saturnus
 

Kronos [1] (bahasa Yunani: Κρόνος, Krónos) adalah salah satu Titan dalam mitologi Yunani. Dia merupakan pemimpin sekaligus yang termuda di antara para Titan generasi pertama. Kronos adalah putra dari Uranus (langit) dan Gaia (bumi). Kronos mengalahkan ayahnya dan memerintah dunia pada Zaman Emas sampai akhirnya dia dikudeta oleh anak-anaknya sendiri, lalu dikurung di Tartaros.

Kronos biasanya digambarkan dengan sabit, yang dia gunakan ketika mengalahkan ayahnya, Uranua. Di kota Athena, pada hari kedua belas di bulan Hekatombaion, digelar sebuah festival untuk Kronos yang disebut Kronia. Festival ini merupakan pearyaan panen, dan mengindikasikan bahwa Kronos dianggap sebagai pelindung panen. Ini diduga terjadi karena asosiasinya dengan Zaman Emas.

Dalam mitologi Romawi, Kronos diidentikkan dengan dewa Saturnus.

Para cendekawaan Helenis di Alexandria pada masa Renaisans banyak menyamakan Kronos dengan Khronos, dewa dan personifikasi waktu[2] yang memegang tongkat sabit besar.

H. J. Rose, dalam A Handbook of Greek Mythology,[3] menyatakan bahwa nama Kronos bukan berasal dari bahasa Yunani. Sebuah teori yang diperdebatkan pada abad ke-19,[4] menyebutkan bahwa Kronos berhubungan dengan kata “bertanduk”, menunjukkan asal katanya dari bahasa Semit, qrn/krn.[5] Robert Brown menyebutkan dalam The Great Dionysiak Myth, 1877.[6] “Kronos menunjukkan “dia yang Bertanduk”, sebuah pendapat yang sudah terlebih dahulu diusulkan oleh Alexander Hislop dalam The Two Babylons; or, The papal worship proved to be the worship of Nimrod and his wife,[7] dengan catatan “Dari krn, sebuah tanduk.[8] Robert Brown juga menunjukkan penggunaan Semit, contohnya dalam injil Ibrani, bahwa qeren menunjukkan “kekuasaan”.[9] Sementara Andrew Lang keberatan dengan pendapat itu karena menurutnya dalam seni kuno Kronos tidak pernah digambarkan bertanduk.[10] Ketika para penulis Yunani mengetahui tentang dewa El dari Levantine, mereka menyebut namanya sebagai Kronos.[11]

Kronos mengebiri Uranus, lukisan karya Giorgio Vasari.

Dalam mitos kuno, seperti yang tercatat dalam Theogonia karya Hesiodos, Uranus mengurung para Kiklops dan Hekatonkhire (anak-anak Gaia) di Tartaros. Gaia marah pada perbuatan suaminya. Gaia lalu membuat sebuah sabit batu dan mengumpulkan para Titan untuk membujuk mereka supaya mengebiri Uranus. Hanya Kronos yang berani melakukannya, maka Gaia memberikan sabit itu pada Kronos dan menyembunyikan Kronos. Ketika Uranus sedang ayik bersetubuh dengan Gaia, Kronos tiba-tiba muncul dan memotong alat kelamin Uranus dengan sabitnya. Kronos lalu melempar testis Uranus ke laut. Uranus merasa sangat kesakitan dan mati (pendapat lain mengatakan Uranus terangkat dari bumi selamanya). Dari darah (dalam versi lain, air mani) Uranus yang jatuh ke bumi, terciptalah para Gigant, para Erinya, dan Meliai. Sementara testis Uranus terapung di lautan dan diselubungi buih sampai dewi Afrodit lahir dari situ..[12]

Dalam versi lain dari mitos ini, Kronos menggulingkan kekuasaan Ofion yang jahat. Dengan demikain, Kronos dilihat sebagai pembebas dunia dari kekejaman Ofion.

Para Titan kemudian mengambil alih kekuasaan atas dunia dengan Kronos sebagai pemimpinnya. Kronos sendiri beristrikan Rea. Masa pemerintahan Kronos disebut sebagai Zaman Emas karena pada saat itu manusia hidup dengan teratur dan menaati hukum yang berlaku, orang-orang melakukan perbuatan yang baik dan tidak ada kejahatan.

Namun Kronos tidak membebaskan para Kiklops dan Hekatonkhire dari kurungan mereka. Dia malah menambah penjagaan dengan menyuruh naga Kampe untuk menjaga mereka supaya tidak kabur.

Kronos menelan bayi Poseidon, dilukis oleh Peter Paul Rubens.

Gaia dan Uranus meramalkan bahwa Kronos akan dikalahkan oleh anak-anaknya sendiri, seperti yang Kronos lakukan pada ayahnya. Untuk menghindari ramalan itu, Kronos menelan semua anak yang dilahirkan oleh Rea. Kronos berhasil menelan Demeter, Hera, Hades, Hestia, dan Poseidon. Namun Kronos tidak sempat menelan anak keenamnya (Zeus) karena telah terlebih dulu disembunyikan oleh Rea, yang kesal karena anak-anak terus-menerus ditelan.

Rea secara diam-diam melahirkan Zeus di Kreta, dan memberikan sebongkah batu pada Kronos, yang mengira batu tersebut sebagai anaknya lalu menelannya. Sementara Zeus disembunyikan di sebuah gua di Gunung Ida, Kreta. Menurut beberapa versi, Zeus diberi minum susu kambing bernama Amaltheia dan dilindungi oleh para Kuretes. Para Kuretes adalah sekelompok perajurit penari, jika Zeus menangis, maka para Kuretes akan bernyanyi dan membuat kebisingan supaya Kronos tidak mendengar tangisan Zeus. Dalam versi lainnya, Zeus dibesarkan oleh nimfa Adamantheia. Dia menyembunyikan Zeus dengan cara menggantung Zeus di pohon memakai tali. Dengan begitu, Zeus tidak menyentuh bumi, lautan, ataupun langit, yang kesemuanya dikuasai oleh Kronos. Ada juga versi bahwa Zeus diasuh oleh neneknya, Gaia.

Setelah dewasa, Zeus memperoleh ramuan dari Gaia (dalam versi lainnya, dari Metis). Zeus lalu berhasil membujuk Kronos untuk meminum ramuan itu. Setelah meminumnya, Kronos memuntahkan semua yang ia telan. Yang pertama keluar adalah batu yang dia pikir sebagai Zeus, lalu kemudian Kronos memuntahkan semua anak-anak yang ia telan. Batu itu sendiri ditaruh di Gunung Parnassos.

Setelah berkumpul bersama saudara-saudaranya, Zeus menyatakan perang terhadap Kronos. Untuk membantu usahanya, Zeus membebaskan para Kiklops dan para Hekatonkhire. Dalam perang yang disebut Titanomakhia itu, Kronos dan para Titan dikalahkan oleh Zeus dan sekutunya. Sebagian besar Titan yang kalah kemudian dikurung di Tartaros.

Nasib Kronos setelah itu berbeda-beda berdasarkan beberapa versi. Menurut Homer dan sebagian besar sumber, Kronos ikut dikurung di Tartaros. Dalam syair Orfeus, Kronos dikurung di gua Niks. Menurut Pindaros, Kronos pada akhirnya dibebaskan oleh Zeus dan menjadi pemimpin di Eilisium. Sementara dalam Aeneid karya Virgilus, Kronos melarikan diri ke Latium (Italia) dan memerintah di sana sebagai dewa Saturnus.

Kronos juga disebut-sebut sebagai ayah Khiron dari hubungannya dengan Filira.

Dalam cerita yang bersumber dari Diodoros Sikolos (abad pertama SM), Kronos, putra Uranus dan Titea, dikatakan memerintah di Italia, Sisilia, dan Afrika Utara. Kronos, bersama para Titan lainnya, berperang dan mengalahkan saudaranya Jupiter, yang berkuasa di Kreta, serta saudara iparnya Hammon, yang berkuasa di Nisa, sebuah pulau di dekat sungai Triton di Afrika. Kronos merebut saudarinya, Rea, dari Hammon, dan menjadikannya sebagai istri. Kronos lalu dikalahkan oleh putra hammon, Dionisos atau Bakkhus. yang kemudian menunjuk Jupiter Olimpus, putra Kronos dan Rea, sebagai pemimpin di Mesir. Bakkhus dan Jupiter lalu bekerjasama untuk mengalahkan para Titan yang tersisa di Kreta. Selepas kematian Bakkhus, Jupiter Olimpus mewarisi semua wilayah kekuasaannya.[13]

Kronos juga disebutkan dalam Orakel Sibylline, khususnya buku tiga. Di sana diceritakan bahwa Kronos, ‘Titan’ dan Iapetos, tiga putra Uranus dan Gaia, masing-masing menerima sepertiga bumi, dan Kronos menjadi pemimpinnya. Setelah kematian Uranus, anak-anak Titan berusaha membunuh setiap anak Kronos dan Rea. Namun di Dodona Rea secara diam-diam mengirim anak-anaknya (Zeus, Poseidon dan Hades) ke Frigia untuk dibesarkan oleh tiga orang Kreta. Mengetahui hal ini, enam puluh anak buah Titan kemudian mengurung Kronos dan Rea, akibatnya anak-anak Kronos menyatakan perang pada Titan dan anak buahnya. Dalam versi sini, tidak diceritakan tentang Kronos mengalahkan ayahnya (Uranus) atau menelan anak-anaknya.

Ketika orang Hellen (Yunani) bertemu dengan bangsa Funisia dan kemudian, dengan bangsa Ibrani, mereka mengidentikkan dewa El, melalui interpretatio graeca, dengan Kronos. Asosiasi ini terjadi pada abad pertama Masehi dan tercatat dalam Sejarah Funisia karya Philo dari Byblos, serta diceritakan dalam Præparatio Evangelica karya Eusebius I.10.16.[14] Menurut Philo, Kronos awalnya adalah pemimpin Kanaan yang mendirikan Byblos dan kemudian didewakan. Dalam versi ini, Kronos memiliki nama lain, yaitu Elus atau Ilus. Diceritakan bahwa pada tahun ke-32 pemerintahannya, dia mengebiri, membunuh, dan mendewakan ayahnya, yang bernama Epigeios atau Autokhthon “yang kemudian merka sebut Uranus”. Lebih jauh diceritakan bahwa setelah kapal laut ditemukan, Kronos mengnjungi ‘dunia yang dapat dihuni’. Kronos juga mewariskan Attika pada putrinya Athena, dan Mesir pada Thoth, putra Misor dan penemu tulisan.[15]

Kuil Saturnus dari abad ke-4 di Forum Romawi.

 Dalam mitologi Romawi

Sementara orang Yunani menggambarkan Kronos sebagai Titan yang kejam, orang Romawi justru melihat Kronos secara lebih positif. Bagi orang Yunani, Kronos hanyalah fase di antara Uranus dan Zeus, namun orang Romawi menganggap pernannya jauh lebih penting dari itu. Mereka menggabungkan Kronos dengan dewa Saturnus dari mitologi Romawi. Festival Saturnalia digelar untuk Saturnus, dan setidaknya ada satu kuil Saturnus pada masa Kerajaan Romawi.

Kaitannya dengan Zaman Emas Saturnus menjadikan Kronos sebagai dewa “waktu manusia”, contohnya kalender, musim, panen — harap bedakan dari Khronos, perwujudan waktu secara umum dan tidak berhubungan dengan Kronos.

Sebagai akibat dari pentingnya Kronos bagi orang Romawi, Saturnus (sebagai versi Romawinya) ikut berpengaruh dalam budaya Barat. Salah sau hari dalam bahasa Inggris dinamai Saturday (hari Saturnus), selain itu ada juga planet yang diberi nama Saturnus

Krios atau Kreios (bahasa Yunani: Κρεῖος,[1] Κριός) adalah salah satu Titan dalam Mitologi Yunani. Dia merupakan anak dari Uranus dan Gaia. Dia menikahi saudari tirinya, Euribia dan memiliki tiga orang anak: Astraios, Perses, dan Pallas. Dari ketiga anaknya, dia memperoleh cucu: Zefiros, Boreas, Notos, dan Euros. Krios juga merupakan kakek dari Zelos, Nike, Kratos, dan Bia.

Dia bersama tiga Titan lainnya ikut memegangi Uranus ketika Kronos mengebiri alat kelamin Uranus. Krios melambangkan satu dari empat pilar dunia. Krios dipercaya melambangkan pilar selatan, karena dia dikaitkan dengan rasi bintang Aries, yang muncul di langit selatan pada musim semi.

Krios bertempur bersama para Titan dalam perang Titanomakhia sehingga ketika para Titan kalah, dia ikut dikurung oleh Zeus di Tartaros.

Mnemosine (Bahasa Yunani: Μνημοσύνη) adalah salah satu Titan dalam Mitologi Yunani. Dia adalah Titan ingatan dan memori, dan merupakan anak dari Uranus dan Gaia.

Mnemosyne (1881), sebuah interpretasi Pre-Raphaelite akan sang dewi karya Dante Gabriel Rossetti[1]

Mnemosine berhubungan seksual dengan Zeus selama sembilan malam berturut-turut. Dari persetubuhna itu, Mnemosine melahirkan sembilan orang Muse. Para Muse adalah dewi musik, nyanyian, tarian, sastra dan lagu. Berikut adalah para Muse beserta atribut mereka:

  • Kalliope (wiracarita)
  • Klio (sejarah)
  • Erato (puisi cinta)
  • Euterpe (musik)
  • Melpomene (drama tragedi)
  • Polihimnia (himne)
  • Terpsikhore (tarian)
  • Thalia (komedi)
  • Urania (astronomi)

Dalam Theogonia karya Hesiod, para raja dan penyair memperoleh kemmapuan mereka dari hubungan mereka dengan Mnemosine dan para Muse.

Mnemosine juga berkuasa atas sebuah kolam[2] di dunia bawah. Air kolam tersebutbisa mengembiilkan ingatan, berkebalikan dari kolam lethe.[3][4].

Orang-orang yang ingin berkonsultasi dengan orakel Trophonios di Boeotia terlebih dahulu harus meminum air dari mata air yang disebut “Lethe” dan “Mnemosyne” sampai mabuk.

Dalam budaya populer

  • Dalam serial Sailor Moon, ada tokoh bernama Sailor Mnemosyne. Dia, bersama kembarannya Sailor Lethe, termasuk dalam kelompok Shadow Galactica.
  • Dalam Hercules and Xena – The Animated Movie: The Battle for Mount Olympus, Mnemosyne diceritakan sebagai Titan api. Dia juga memiliki hubungan cinta dengan Titan angin, Crius.
  • Dalam Xena: Warrior Princess episode Forget Me Not (Musim 3, Episode 14) tokoh Gabrielle pergi ke kuil Mnemosyne untuk melupakan kenangan buruknya.
  • Dalam Hercules: the Legendary Journeys, Episode 91 Let there be Light, Hercules mengunjungi Mnemosyne. Di sini, Mnemosyne ditampilkan sebagai wanita api, putri dari Cronos dan musuh Zeus.
  • Dalam film Xanadu, Mnemosine adalah ibu dari sembilan Muse, termasuk Kira, sang pahlawan.
  • Mnemosyne adalah nama sebuah perangkat lunak komputer yang berguna untuk membantu mengingat berbagai hal, misalnya pelajaran sekolah.
  • Dalam MMPORG Asheron’s Call, sebuah alat berwarna hijau yang disebut Mnemosynes digunakan untuk menyimpan sejumlah besar data mengenai pengetahuan dan sejarah untuk kemudian diwariskan pada generasi berikutnya.
  • Ada sebuah manga (juga dijadikan anime) yang berjudul Mnemosyne.

Tethis (bahasa Yunani: Τηθύς) adalah seorang Titansekaligus dewi laut.

Mosaik Romawi yang menggambarkan Tethis, ditemukan di Antakya, Turkey.

Meskipun ada ciri-ciri yang mengindikasikan adanya peran Tethis yang cukup kuat pada masa-masa yang sangat kuno, dia tidak banyak diceritakan dalam naskah Yunani kuno, atau catatan sejarah mengenai permujaan kuno. Walter Burkert[1] mengamati kemunculan Tethis dalam bagian Iliad yang oleh orang Yunani kuno disebut “Muslihat untuk Zeus”, yang menceritakan bahwa Hera berusaha menyesatkan Zeus, dan berkata bahwa dia ingin pergi menuju Okeanos, “asal mula para dewa” dan Tethis “sang ibu”.[2] Burkert [3] melihat dalam namanya ada transformasi dari bahasa Akkadia tiamtu atau tâmtu, “laut,” yang dapat dikenali dalam Tiamat. Alternatif lain, namanya secara sederhana bermakna “perempuan tua”; secara jelas ini memiliki kemiripan dengan ἡ τήθη, yang bermakna “nenek”, dan dia sering digambarkan sebagai dewi yang sangat kuno[4]

Satu dari sedikit penggambaran Tethis adalah mosaik lantai dari abad keempat Masehi di Antiokhus, dan kini berada di Harvard Business School di Boston, Massachusetts[5] setelah sebelumnya dipindahkan dari Dumbarton Oaks.[6] Di mosaik Dumbarton Oaks, kepala Tethis, yang dikelilingi ikan-ikan, muncul dari air. Di bahunya ada kemudi kapal, di dahinya terdapat spasang sayap abu-abu.

Mosaik Tethis dari pertengahan abad keempat Masehi, Philipopolis (Shahba, Syria), Shahba Museum.

Tethis adalah anak dari Uranus dan Gaia.[7][8]. Tethis muncul dalam puisi-puisi klasik tapi dia tidak disembah. Tethis adalah saudari sekaligus istri Okeanos.[9][10][11] Tethis adalah ibu dari sunga-sungai di dunia misalnya Nil, Alfios, Maiander. Tethis juga memiliki tiga ribu orang putri yang disebut Okeanid.[12] Dianggap sebagai perwujudan air di dunia, Tethis juga disebut-sebut berkaitan dengan Thalassa, perwujudan lautan. Dalam Titanomakhia, Tethis membesarkan Hera sebagai anak tirinya,[13] Karena hal ini pula, Hera menyebut Tethis sebagai perawatnya.[14]

Suatu ketika, Hera merasa tidak senang atas ditempatkannya Kallisto dan Arkas di langit sebagai konstelasi Ursa Mayor dan Ursa Minor. Jadi Hera meminta pada Tethis untuk mencegah kedua kenstelasi tersebut jatuh ke bawah horison.[15]

Tethis sering tertukar dengan Thetis, yang juga seorang dewi laut dan merupakan istri Peleus dan ibu Akhilles.[16] Beberapa mitos menunjukkan bahwa hubungan kedua dewi laut ini adalah nenek dan cucu.

Dalam astronomi

Tethys, bulan planet Saturnus, dan Samudra Tethys pada masa prasejarah dinamai dari nama dewi Tethis ini.

Theia (bahasa Yunani: Θεία, “dewi”) atau Eurifaessa (bahasa Yunani: Εὐρυφάεσσα, “bersinar luas”) adalah salah seorang Titan. Dia adalah Titan cahaya terang dan merupakan anak dari Uranus (langit) dan Gaia (bumi).[1] Theia menikahi saudaranya Hiperion dan memiliki anak: Helios (matahari), Eos (fajar), dan Selene (bulan).[2][3]

Foibe adalah Titan bulan dan kebrilianan. Ia menerima Orakel Delfi dari Thetis. Tidak banyak yang diketahui dari Titan ini selain ia adalah istri dari Koios. Ia memiliki anak Leto dan Asteria. Leto nantinya memiliki anak dari Zeus yaitu Apollo dan Artemis. Oleh karena itu ia adalah nenek dari Apollo dan Artemis.

Rea menunggangi seekor singa, Altar Pergamon, Museum Pergamon, Berlin.

Rea (bahasa Yunani: Ῥέα, Rhéa) dalam mitologi Yunani adalah saudari sekaligus Istri Kronos. Dari Kronos ia memiliki anak-anak yang nantinya akan menjadi penguasa Olimpus, yaitu Demeter, Hades, Hestia, Poseidon, Hera, dan Zeus. Ia bersama Kronos menjadi pemimpin para Titan.

Bagi Homer, Rea adalah ibu para Dewa. Meskipun bukan ibu alam semesta seperti halnya Kibele. Menurut legenda ia menyelamatkan Zeus yang baru lahir dengan mengasingkannya di Pulau Kreta supaya tidak ditelan Kronos seperti kakak-kakaknya. Ia mempercayakan Zeus pada para pengikutnya di sana. Para pengikutnya ini menjadi penjaga Zeus dan mengadakan upacara-upacaca penyembahan.

Berdasarkan beberapa versi lain:

  1. Zeus dibesarkan oleh Gaia,
  2. Zeus dipelihara oleh manusia setengah kambing yang bernama Amalthea bersama dengan muridnya Krouretes, mereka membuat bunyi-bunyian dan berteriak untuk menutupi suara tangisan bayi agar tidak terdengar oleh Kronos,
  3. Zeus dipelihara oleh seorang dewi bernama Adamanthea yang menyusuinya dengan susu kambing. Karena Kronos menguasai seluruh daratan, lautan, dan surga telah menelan seluruh putri Rea, Adamanthea kemudian menyembunyikan Zeus dengan menaruhnya dalam sebuah buaian yang disangkutkan di pohon agar Zeus tidak menyentuh daratan, lautan, dan langit.

Rea disimbolkan dengan bulan. Dalam Mitologi Romawi simbolnya adalah Lunar. Simbol lainnya adalah angsa karena angsa melambangkan kelembutannya. Ia juga disertai dengan 2 ekor Singa sebagai penarik keretanya.

Banyak pakar etymology sepakat kata Rhéa (‘Ρέα) adalah turunan dari kata έρα “daratan”, pendapat lainnya, nama Rhéa mungkin memiliki hubungan dengan kata delima, ῥόα, atau ῥοιά semacam buah di Yunani.

Nama Rhea juga digunakan untuk nama salah satu bulan dari planet Saturnus.

Iapetos, atau Japetos (Bahasa Yunani: Ἰαπετός[1]), adalah seorang Titan dalam mitologi Yunani. Iapetos adalah putra dari Uranus dan Gaia. Dia adalah saudara Kronos dan memimpin dunia bawah sebelum Hades. Dia beristrikan seorang Okeanid yang bernama Klimene atau Asia. Anak-anak Iapetos antara lain Atlas, Prometheus, Epimetheus, dan Menoetius. Melalui Prometheus dan Epimetheus, Iapetos menjadi leluhur umat manusia.

Dia bersama tiga Titan lainnya ikut memegangi Uranus ketika Kronos mengebiri alat kelamin Uranus. Iapetos melambangkan satu dari empat pilar dunia. Iapetos adalah Titan yang melambangkan pilar dunia bagian barat. Anaknya, Atlas, juga menjalani hukumannya memikul langit di ujung barat dunia. Dia juga adalah Titan Kehidupan Mortal, dan anaknya, Prometheus, merupakan pencipta manusia dan makhluk mortal lainnya.

Dalam perang Titanomakhia, Iapetos memihak para Titan sementara kedua anaknya (Prometheus & Epimetheus) membantu Zeus. Prometheus berusaha mengajaknya agar berpihak pada Zeus, namun Iapetos tidak mendengarkannya dan tetap berperang bersama para Titan. Setelah para Titan kalah, Zeus menghukum Iapetos dengan mengurungnya di Tartaros.[2]

Iapetos banyak disamakan dengan Yafet (יֶפֶת), anak Nuh, karena kemiripan namanya dan tradisi kuno Yahudi, bahwa Yafet adalah leluhur orang Yunani, orang Slavia, orang Italia, orang Jerman, dll, sedangkan dalam mitologi Yunani, Yafetos merupakan leluhur umat manusia.

 

Themis

Themis (bahasa Yunani: Θέμις) dalam mitologi Yunani adalah salah seorang Titan wanita yang memiliki hubungan dekat dengan Zeus. Ia memiliki Anak Horai dan Astraia dari Zeus. Ia juga ada di Delos untuk menyaksikan kelahiran Apollo. Themis berarti Hukum alam. Ia adalah tubuh dari aturan, hukum, dan adat. Saat ia diacuhkan Zeus, Nemesis menyatakan bahwa Themis sangat marah. Tapi Themis tidaklah seperti itu. Titan berpipi indah ini malah jadi yang pertama menawarkan cangkir pada Hera saat ia kembali ke Olimpus.

Themis adalah salah satu dewi yang memiliki kaitan dengan Orakel Delphi karena ia turut membangunnya. Ia menerimanya dari ibunya, Gaia dan memberikannya pada Foibe.

Banyak penganut Neo-Pagan terutama Neo pagan Hellenis menganggap Themis adalah dewi kebajikan dan keadilan. banyak sekte modern menganggap Themis berperan dalam menentukan kehidupan setelah mati. Ia membawa seperangkat timbangan yang digunakan untuk menimbang kebaikan dan keburukan seseorang. Themis juga memberikan masukan terakhir sebelum nasib sang jiwa tersebut ditentukan oleh Hades.

Pengikut Pagan biasanya berdo’a, membakar minyak dan kemenyan, makanan, atau menumpahkan minuman sebagai persembahan pada Themis. Mereka menganggap Themis menjanjikan kesehatan, kesenangan, kejantanan, dan kharisma bagi para pengikutnya. Themis biasanya disembah oleh para pria.

Satu-satunya pasangan Themis adalah Zeus. Dari hubungannya dengan Zeus, Themis melahirkan Horai (para dewi keteraturan)[1] dan Moirai (para dewi takdir).[2] Sementara Menurut Pindar, Moirai sudah ada ketika Themis dan Zeus menikah.[3]

Themis yang digambarkan sebagai dewi buta dan memegang pedang

Personifikasi dari kosep abstrak merupakan ciri khas dari Bangsa Yunani. Kemampuan dewi Themis untuk melihat masa depan menjadikannya sebagai salah satu Orakel di Delphi, yang pada akhirnya menjadikannya sebagai dewi keadilan.

Beberapa penggambaran klasik tentang Themis tidak menunjukkan dirinya buta ataupun memegang pedang (karena dia melambangkan kesepakatan bersama, bukan paksaan). Themis membangun Orakel di Delphi dimana dirinya sendiri merupakan seorang peramal. Menurut versi lain, Themis menerima Orakel Delphi dari Gaia dan kemudian memberikannya pada Foibe.[4]

Dalam mitologi Romawi, Themis dipadankan dengan Iustitia atau Justitia, yang juga merupakan dewi keadilan dan hukum. Dia kemungkinan berasal dari pikiran bangsa Romawi alih-alih dari mitologi kuno. Dia digambarkan dengan wajah yang tenang, membawa timbangan dan pedang bermata dua (kadang kornukopia), dan sejak tahun 1500-an dia ditampilkan dengan mata tertutup. Patung di pengadilan sebenarnya menggambarkan Iustitia, bukan Themis. Namun patung di pengadilan di Vancouver, British Columbia, merupakan patung Themis.

One Comment

Trackbacks & Pingbacks

  1. Gold Party Sarasota

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: