Skip to content

Hubaekje

Hubaekje, atau Baekje Akhir, merupakan salah satu dari Tiga Kerajaan Akhir Korea, bersama dengan Hugoguryeo dan Silla. Secara resmi didirikan oleh Jenderal Silla yang tidak senang Gyeon Hwon di tahun 900, dan jatuh ke tangan Raja Wanggeon, pasukan Goryeo di tahun 936. Ibukota negara tersebut berada di Jeonju, yang sekarang adalah propinsi Jeolla Utara. Kebanyakan informasi yang diambil tentang kerajaan tersebut berasal dari riwayat Samguk Yusa Samguk Sagi.

Latar BelakangKetika mulai dengan serangannya di Gwangju di tahun 892, Gyeon Hwon hanya merupakan satu di antara para pemberontak yang bertebaran dimana-mana menentang para pemimpin Silla yang lemah di akhir abad ke-9. Banyak dari pemberontakan ini terpicu dari keputusan Silla untuk menggunakan paksaan dalam mengumpulkan pajak dari rakyat kecil di tahun 889 (Lee, 1984, p. 98). Pada saat ini banyak kekuasaan di semenanjung yang dipegang oleh ningrat lokal, yang kurang setia terhadap pemerintahan sentral. Kasus ini cukup mudah membangkitkan pemberontakan yang dipimpin oleh perwira militer yang tidak puas.

Terkandung di dalam namanya, Hubaekje mencari upaya sebagai pewaris yang sah dari kerajaan kuno Baekje yang sebelumnya memerintah di bagian barat daya Semenanjung Korea sampai akhirnya dikuasai oleh Silla di tahun 660.

Urusan InternalUntuk semua tapi di tahun-tahun terakhir dari keberadaannya, Hubaekje diperintah oleh Gyeon Hwon, dan gaya aturan pribadinya menjadi kunci peranan di dalam nasib kerajaan.

Setelah mengumumkan dirinya sebagai raja, Gyeon Hwon mengambil beberapa istri, dan dikabarkan memiliki 10 putra dari mereka dengan tambahan 8 yang dilahirkan dari istri pertamanya. Hal ini menjadi dasar dari pertikaian yang mengakhiri keberadaan kerajaan.

Di tahun 935, Gyeon Hwon menunjuk putra keempatnya Geumgang dari putra-putranya yang lebih tua sebagai Putra Mahkota Hubaekje. Dengan ini putra tertuanya, Singeom, berkomplot dengan saudara-saudaranya yang lain, mengucilkan ayahnya ke Kuil Geumsan di Gimje. Singeom membunuh Pangeran Geumgang dan merampas tahta tersebut untuk dirinya sendiri. Namun Gyeon Hwon melarikan diri ke Goryeo.

RuntuhSetelah ia digulingkan oleh putra-putranya di tahun 935 dan melarikan diri ke Goryeo, Gyeon Hwon sendiri datang memimpin pasukan menentang Hubaekje. Bersama dengan Wanggeon, di dalam riwayat Samguk Yusa menyatakan bahwa ia memimpin pasukan sebanyak 100,000 orang melawan bekas kerajaannya[1]. Pasukan Goryeo dan Hubaekje bertemu di Seonsan, yang sekarang adalah Gumi di propinsi Gyeongsang Utara, dan pasukan Hubaekje dihancurkan. Hubaekje akhirnya runtuh di tahun 936, setahun setelah Raja Gyeongsun menyerah kepada Silla, Wanggeon. Pertempuran Seonsan dicatat sebagai akhir dari periode Tiga Kerajaan Akhir Korea.

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: