Skip to content

Zaman Negara Utara-Selatan

Zaman Negara Utara-Selatan (698 CE – 936 CE) merujuk pada periode dalam sejarah Korea ketika Silla dan Balhae menguasai selatan dan utara Semenanjung Korea

Silla Bersatu

Silla Bersatu (668 M -935 M) adalah masa saat Silla, salah satu dari Tiga Kerajaan Korea menaklukkan dan menyatukan Baekje pada tahun 660 dan Goguryeo pada tahun 668. Tahun 935, masa Silla Bersatu berakhir dan berganti oleh Dinasti Goryeo.

Nama atau istilah Silla Bersatu sebenarnya diberikan oleh para sejarawan setelah masa pembagian Korea modern pada tahun 1945. Sebenarnya isitilah Periode Utara – Selatan lebih tepat diberikan karena masa ini Silla tidak menyatukan keseluruhan teritori Tiga kerajaan. Sisa dari wilayah Goguryeo di sebelah utara berkembang menjadi negeri baru, Balhae.

Pada tahun 660, Raja Munmu memerintahkan pasukannya menyerbu Baekje. Jenderal Kim yu-shin yang dibantu pasukan tang mengalahkan Jenderal Gyebaek dan menaklukkan Baekje. Pada tahun 661, ia mulai menyerbu Goguryeo, namun berakhir dengan kegagalan. Usaha ini baru berhasil pada tahun 668 dan setelah saat itu menjadi Silla Bersatu yang bertahan selama 264 tahun. Raja terakhir Silla adalah Gyeongsun saat tahun 935 kerajaan itu jatuh ke tangan Dinasti Goryeo.

Silla Bersatu berhubungan baik dengan Dinasti Tang. Silla banyak menyerap kebudayaan Tionghoa dan mengirimkan biksu-biksunya untuk belajar agama Buddha di Tiongkok. Biksu Silla Hyecho tercatat berhasil mencapai India lewat Tiongkok untuk mencari sutra dan menulis catatan-catatan ajaran Budhha. Mereka kembali ke Silla dan memperkenalkan beberapa aliran baru seperti Seon (Zen) dan Pure Land Buddhism.

Sebuah sekolah konfusius nasional didirikan tahun 682 dan sekitar tahun 750 diubah menjadi Universitas Konfusius

Cetakan blok kayu dipergunakan untuk menyebarkan pengajaran Buddhisme dan karya-karya Konfusianisme. Dalam upaya perekonstruksian kembali Pagoda Tanpa Bayangan, sebuah cetakan kuno dari sutra Buddha ditemukan dan bertarikh 751 M. Itu berarti material cetak tertua di dunia berasal dari era Silla.

Sebelum unifikasi, Silla mengurangi pajak hasil pertanian sampai 1/10 dan memerintahkan rakyat setiap kota membayar upeti berupa produk-produk local.

Di masa Silla Bersatu, pemerintah mengadakan sensus untuk mengehaui jumlah populasi, luas wilayah, jumlah ternak dan produk-produk hasil bumi. Hal itu dicatat dalam buku Minjeongmunseo, dimana pemimpin tiap wilayah melakukan pelaporannya.

 

 

Silla Bersatu

Anapji pavilion
Nama Korea
Hangeul 통일 신라
Hanja 統一新羅
Alih Aksara yang Disempurnakan Tong(-)il Silla
McCune–Reischauer T’ongil Silla
Daftar Penguasa Silla
Silla
(sesudah penyatuan)
  1. Munmu 661-681
  2. Sinmun 681-691
  3. Hyoso 692-702
  4. Seongdeok 702-737
  5. Hyoseong 737-742
  6. Gyeongdeok 742-765
  7. Hyegong 765-780
  8. Seondeok 780-785
  9. Wonseong 785-798
  10. Soseong 798-800
  11. Aejang 800-809
  12. Heondeok 809-826
  13. Heungdeok 826-836
  14. Huigang 836-838
  15. Minae 838-839
  16. Sinmu 839
  17. Munseong 839-857
  18. Heonan 857-861
  19. Gyeongmun 861-875
  20. Heongang 875-886
  21. Jeonggang 886-887
  22. Jinseong 887-897
  23. Hyogong 897-912
  24. Sindeok 913-917
  25. Gyeongmyeong 917-924
  26. Gyeongae 924-927
  27. Gyeongsun 927-935
Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: